Bengkulu aktualclick.com – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu terus menunjukkan peran utamanya dalam membenahi aset olahraga yang terbengkalai.
Melalui Kasi Sarana dan Prasarana (Sapras), Deti Mardalena, http://S.I.Kom, Dispora Provinsi Bengkulu kini memfokuskan perhatian pada penataan kawasan Sport Center.
Setelah sukses melakukan penataan lapangan tenis, kini giliran Sport Center yang akan mendapatkan sentuhan pembenahan secara menyeluruh.
Kasi Sapras Dispora Provinsi Bengkulu, Deti Mardalena, S.I.Kom mengatakan, pihaknya akan mengaktifkan kembali beberapa sarana olahraga yang ada di lokasi Sport Center.
“Akan kita aktifkan ada beberapa sarana olahraga seperti lapangan basket, voli dan futsal di lokasi Sport Center,” ujar Deti kepada , Selasa (6/10/2026).
Tak hanya itu, Sport Center juga akan diproyeksikan menjadi sarana olahraga jogging yang nyaman bagi keluarga dan masyarakat umum.
“Dan di Sport Center juga bisa menjadi sarana olahraga jogging buat keluarga dan masyarakat,” tambahnya.
Deti menjelaskan, penataan tidak hanya pada lapangan, tetapi juga pada lingkungan sekitar. Pohon-pohon di kawasan Sport Center akan dirapikan dengan konsep bonsai agar terlihat rapi, indah dan asri.
“Tujuannya membuat lingkungan bersih dan nyaman untuk masyarakat yang berolahraga,” jelasnya.
Selain penataan internal, Dispora juga akan menertibkan beberapa kios di luar pagar Sport Center yang selama ini terkesan semrawut.
“Ada beberapa kios di luar pagar Sport Center akan kita tata biar tidak kelihatan semrawut. Setiap pedagang akan kita ingatkan bahwa kebersihan tolong dijaga,” tegasnya.
Target Jadi Sumber PAD
Lebih jauh, Deti menegaskan penataan Sport Center ini bukan sekadar mempercantik kawasan, tetapi juga harus memiliki nilai ekonomis sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurutnya, Sport Center yang selama ini terbengkalai harus bisa dimanfaatkan secara maksimal sesuai arahan Gubernur Bengkulu.
“Sport Center yang juga terbengkalai bagaimana caranya bisa menjadi sumber PAD. Sesuai arahan Gubernur, kerja yang nyata yang berdampak langsung dengan masyarakat,” ungkapnya.
Ia pun menekankan kepada seluruh jajaran agar benar-benar menjadi pelayan masyarakat.
“Jadilah pelayanan masyarakat, bukan ASN yang hanya datang absen tanpa ada produk yang dihasilkan,” pungkas Deti”.
Penulis : Redaksi

