Bengkulu , Malboronews.com Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gema Bangsa Provinsi Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pada Selasa, 16 September 2026, di Bengkulu.

Rakorwil mengusung tema resmi “Menguatkan Struktur, Mengawal Desentralisasi Politik: Menuntaskan Verifikasi Menuju Kemenangan Pemilu 2029″dengan tagline IndonesiaMandiri dan IndonesiaReborn. Kegiatan ini dihadiri oleh 10 DPD Kabupaten dan 1 DPD Kota se-Provinsi Bengkulu.
Hadir langsung jajaran DPP Partai Gema Bangsa, yakni Ketua Umum Ahmad Rofik, Sekretaris Jenderal Dr. Muhammad Sofyan, Wakil Ketua Umum 1 sekaligus Ketua Pokja Verifikasi Abdul Khalik, Wakil Ketua Umum 2 Joko Kanigoro, dan Ketua OKK Hardiansyah. Rakorwil dipimpin oleh Ketua DPW Partai Gema Bangsa Bengkulu Marwansyah.

Acara diawali dengan tari kreasi, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Partai Gema Bangsa, serta pemutaran video kilas balik deklarasi Partai Gema Bangsa di Jakarta.
Pernyataan Ketua DPW Bengkulu Marwansyah

Ketua DPW Partai Gema Bangsa Bengkulu, Marwansyah dalam sambutannya melaporkan kesiapan struktur di daerah.
“Partai Gema Bangsa hadir dengan visi yang memberikan ruang lebih besar bagi daerah untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional. Gema Bangsa membawa harapan baru bagi daerah melalui penguatan desentralisasi politik,” ujar Marwansyah.
Ia menegaskan, Gema Bangsa mengusung prinsip desentralisasi yang sesungguhnya, yakni dari daerah, oleh daerah, untuk Indonesia.
Pernyataan Ketua DPP Ahmad Rofik: Hapus Politik Transaksional dan Mahar
Ketua DPP Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofik dalam arahan sekaligus membuka acara secara resmi menegaskan misi besar partai.
“Tidak mungkin Indonesia tiba-tiba menjadi negara kaya, bisa sama dengan Cina, sama dengan Amerika, kalau pribadi dan keluarga tidak dibangun kemandirian terlebih dahulu. Ini tujuan utama kita ber-Gema Bangsa,” tegas Rofik.
Menurutnya, syarat negara mandiri adalah keluarga yang mandiri, yakni keluarga yang memiliki pendidikan tinggi dan ekonomi yang berkecukupan serta kesehatan terjamin.
“Ketika keluarga itu mandiri maka lingkungan menjadi kuat. Jika gerakan ini kita ciptakan seluruh Indonesia, maka Indonesia akan menjadi kuat. Ini bukan misi omon-omon, harus digerakkan dengan sistem, strategi, dan program,” jelasnya.
Rofik juga menyoroti praktik politik transaksional yang masih terjadi.
“Kita melihat hari ini politik sangat transaksional dan semua itu adalah ulah orang Jakarta, ulah partai-partai centralistik. Oleh Partai Gema Bangsa semua kita ubah, kebijakan itu harus tumbuh dari daerah,” katanya.
Ia menegaskan Partai Gema Bangsa menghapus politik mahar dan calon titipan.
“Politik Partai Gema Bangsa tidak lagi politik transaksional, tidak ada lagi politik pungut-pungut, tidak ada politik yang bermahar. Semuanya harus tumbuh dari daerah. Nanti yang mau maju Bupati, maju DPRD semuanya diputuskan sesuai tingkatannya masing-masing,” tegasnya.
Disinggung soal nilai tawar sebagai partai baru berusia 2 tahun, Rofik menyebut desentralisasi adalah pembeda utama.
“Seluruh partai di Indonesia ini centralistik, semua kebijakan harus di Jakarta. Satu-satunya yang tidak centralistik hanya partai desentralisasi politik ini. Ini akan menciptakan sistem demokrasi, sistem pemilu yang sehat, yang waras, yang tidak lagi transaksional,” ujarnya.
“Pada akhirnya akan menumbuhkan kepemimpinan lokal sesuai kebutuhan masyarakat. Tidak ada lagi pimpinan atau anggota dewan, bupati yang drop-dropan dari Jakarta. Tidak lagi ada calon dari keluarga-keluarga tertentu. Semua rakyat boleh menumbuhkan masa depan melalui partai,” lanjutnya.
Untuk target di Bengkulu, Rofik menaruh harapan besar.
“Bengkulu ini menjadi salah satu provinsi yang akan diandalkan Gema Bangsa untuk melahirkan pemimpin pro rakyat, pemimpin yang bisa mendengar dan menjadi lidah penyambung rakyat. Kita ingin satu kursi dari Bengkulu, kita ingin satu fraksi di provinsi dan kabupaten,” katanya.
Acara dilanjutkan dengan pengukuhan struktur DPW-DPD, pembacaan SK Kepengurusan dan Ikrar Pengukuhan oleh Sekjen Dr. Muhammad Sofyan, serta penyerahan simbolis Pakta Partai Gema Bangsa oleh Ketua Umum Ahmad Rofik.
Saat ditanya arah dukungan Presiden pada 2029, Ahmad Rofik menjawab singkat dan tegas: “Prabowo.”
Rakorwil ditutup dengan sesi laporan progres dari masing-masing DPD se-Bengkulu untuk menuntaskan verifikasi menuju Pemilu 2029.
Penulis : Redaksi

