30 Peserta Pesantren Kilat Angkatan I Tahun 2026 Rutan Manna Diwisuda

MANNA – Sebanyak 30 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti prosesi wisuda pada penutupan kegiatan Pesantren Kilat Angkatan I Rutan Kelas IIB Manna Tahun 2026, Senin (28/9/2026).

Kegiatan penutupan yang dirangkai dengan Giat Bejambar tersebut menjadi momentum apresiasi atas kesungguhan para peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian pembinaan keagamaan selama pelaksanaan pesantren kilat.

Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kedisiplinan.

“Pesantren kilat bukan hanya sekadar kegiatan pembelajaran agama, tetapi menjadi bagian dari proses pembinaan untuk membentuk pribadi yang lebih baik. Ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti kegiatan ini hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Hannibal.

Prosesi wisuda ditandai dengan pemberian sertifikat kepada 30 peserta Pesantren Kilat Angkatan I Tahun 2026 sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan penyelesaian rangkaian kegiatan pembinaan.

Selain prosesi wisuda, kegiatan juga diisi dengan Giat Bejambar, yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan di antara warga binaan dan jajaran Rutan Manna.

Hannibal menambahkan bahwa kegiatan pembinaan keagamaan merupakan salah satu upaya Rutan Manna dalam mendukung proses perubahan perilaku dan pembentukan karakter WBP.

“Harapannya, setelah mengikuti pesantren kilat ini, para peserta dapat menjadi pribadi yang lebih baik, memiliki bekal keagamaan yang kuat, serta mampu menjadikan pengalaman selama menjalani pembinaan sebagai bagian dari perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.

Dengan berakhirnya Pesantren Kilat Angkatan I Tahun 2026, Rutan Kelas IIB Manna berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan kepribadian dan keagamaan sebagai bagian dari proses pemasyarakatan.

Penghukuman Bukan Akhir Segalanya, Belajar dan Berkarya Untuk Hidup Lebih Baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *