Dirut Bank Bengkulu H. Iswahyudi: Likuiditas Kuat dan Inovasi Jadi Kunci Pertumbuhan BPD

BENGKULU, Malboronews.com– Direktur Utama Bank Bengkulu, H. Iswahyudi, SE, MM menegaskan Bank Bengkulu berkomitmen memperkuat likuiditas dan menghadirkan inovasi layanan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pernyataan itu disampaikan Iswahyudi saat menjadi tuan rumah Seminar Nasional ASBANDA di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Jumat (21/8/2026) dengan tema _“Dukungan Pemerintah Terhadap Penguatan Likuiditas Bank Pembangunan Daerah Dalam Meningkatkan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional”

“Sebagai tuan rumah, Bank Bengkulu siap bersinergi dengan 27 BPD se-Indonesia dan pemerintah. Likuiditas yang kuat menjadi fondasi agar kami dapat optimal menyalurkan kredit, membiayai program pembangunan, dan menjaga stabilitas keuangan daerah,” ujar H. Iswahyudi.

Ia menambahkan, ke depan Bank Bengkulu akan fokus pada 3 hal utama: penguatan bisnis, digitalisasi layanan, dan peningkatan kualitas SDM. Menurutnya, BPD harus adaptif dan inovatif agar tetap relevan di tengah persaingan industri perbankan.

“Bank Bengkulu harus menjadi motor penggerak ekonomi Bengkulu. Kami akan terus menghadirkan produk dan layanan yang menjawab kebutuhan masyarakat dan UMKM,” tegasnya.

Seminar yang dihadiri BPD dari Aceh hingga Papua ini diharapkan menghasilkan langkah strategis bersama untuk memperkuat peran BPD sebagai agen pembangunan daerah.

Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mian menegaskan posisi strategis Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang memiliki kedekatan langsung dengan pemerintah daerah, masyarakat, pelaku UMKM, dunia usaha, dan berbagai sektor ekonomi di daerah.

Hal itu disampaikan Mian saat membuka Seminar Nasional BPD Seluruh Indonesia dengan tema “Dukungan Pemerintah terhadap enguatan Likuiditas Bank Pembangunan Daerah dalam Meningkatkan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional”_, sekaligus acara Program Undian Nasional Tabungan Simpanan Pembangunan Daerah.

“Bank pembangunan daerah bukan sekadar lembaga intermediasi keuangan, tetapi merupakan bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah,” ujar Mian.

Menurutnya, dengan kedekatan tersebut BPD memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, dan mendukung program-program pembangunan pemerintah.

Mian juga mendorong seluruh BPD untuk terus memperkuat likuiditas agar mampu menjaga stabilitas sistem keuangan dan menjadi motor penggerak ekonomi di masing-masing wilayah.

Seminar nasional yang digelar ASBANDA bersama Bank Bengkulu ini dihadiri perwakilan 27 BPD se-Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menghasilkan strategi bersama dalam memperkuat peran BPD menghadapi tantangan ekonomi global.

Wagub Bengkulu Ir. H. Mian menegaskan BPD memiliki posisi strategis karena dekat dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan UMKM.

“Bank pembangunan daerah bukan sekadar lembaga intermediasi keuangan, tetapi bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah,” ujar Mian”.

Ia mendorong BPD memperkuat likuiditas agar mampu menjaga stabilitas keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Seminar ini dihadiri 27 BPD se-Indonesia.” Tegas Mian”.

Penulis : Rina Juniati S.I.Kom

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *