Bukti Toleransi! Doa Kebangsaan di UINFAS Bengkulu Satukan 5 Agama untuk NTT dan Indonesia Damai

Bengkulu Malboronewa.com — Lebih dari 1.000 umat lintas agama memadati Gedung Kuliah Terpadu UIN Fatmawati Soekarno Bengkulu, Selasa, 25 Agustus. Mereka berkumpul dalam kegiatan *”Doa Kebangsaan untuk Duka NTT dan Indonesia Damai”.

Kegiatan ini digagas oleh Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, UINFAS Bengkulu, dan FKUB Provinsi Bengkulu sebagai bentuk solidaritas kepada saudara-saudara di NTT dan daerah lain yang terdampak bencana.

Nuansa toleransi terasa sangat kental. Lima pemuka agama secara bergantian memimpin doa:
1. Prof. Dr. Suwarjin – Umat Islam
2. Dr. I Wayan Dharmayana – Umat Hindu
3. Pdt. Maria Reinha Rapar-Tuan – Umat Kristen
4. Romo Pandita Madya Sunli Tani – Umat Buddha
5. R.P. Paulus Sarmono – Umat Katolik

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si. menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan utama bangsa.

“Indonesia terdiri dari kepingan warna yang berwarna-warni, namun dijahit dalam satu kesatuan untuk membesarkan bangsa,” tegas Saefudin.

Ia juga mengingatkan pentingnya merawat kerukunan dan kepedulian antarumat beragama. Bukan hanya untuk NTT, tapi juga untuk saudara di Kalimantan, Lombok, dan daerah lain yang terdampak musibah.

Aksi nyata juga ditunjukkan. Dalam kegiatan tersebut berhasil dikumpulkan donasi sebesar Rp20.017.000 untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.

“Melalui doa bersama ini, Bengkulu membuktikan bahwa perbedaan keyakinan justru menjadi perekat utama dalam membangun kepedulian, merawat kerukunan, dan menjaga kedamaian Indonesia,” tutup Saefudin.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah perbedaan, masyarakat Bengkulu tetap satu dalam doa dan kepedulian.

 

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *