Bengkulu Malboronews.com – Suasana haru, khidmat, dan penuh nuansa adat Minang menyelimuti Sportarium Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), Jumat (03/10/2026). Ratusan warga Piaman dan keluarga besar Minang dari berbagai kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu tumpah ruah menyaksikan momentum bersejarah: Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Keluarga Daerah Piaman (DPW PKDP) Provinsi Bengkulu Periode 2026-2031.
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial organisasi. Ini adalah penegasan eksistensi warga Piaman – Pariaman dan Minang secara umum – sebagai bagian integral dari pembangunan Bengkulu yang majemuk, toleran, dan beradat.
Salah satu dukungan paling tulus datang dari keluarga besar Ikatan Keluarga Minang (IKM). Ketua DPC IKM Kampung Melayu Kota Bengkulu, Dedi A. Sikumbang, hadir langsung bersama istri tercinta, *Ny. Murtiana Dedi Skb, yang juga Ketua Bundo Kanduang DPC IKM Kampung Melayu.
Kehadiran pasangan tokoh Minang ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara IKM sebagai payung besar warga Minang dan PKDP sebagai organisasi kekeluargaan berbasis Daerah Piaman yang selama ini dikenal solid dan militan dalam kegiatan sosial.
Ucapan Langsung dari Ketua DPC IKM Kampung Melayu
Dengan penuh kehangatan, Dedi A. Sikumbang menyampaikan ucapan selamat secara terbuka.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar DPC IKM Kampung Melayu Kota Bengkulu, kami mengucapkan Selamat & Sukses atas dilantiknya DPW PKDP Provinsi Bengkulu periode 2026-2031. Ini adalah amanah besar. Kami berharap kepengurusan yang baru ini semakin solid, amanah dalam menjalankan roda organisasi, dan semakin bersinergi membangun Bengkulu bersama seluruh elemen masyarakat,” ujar Dedi A. Sikumbang”.
Dedi yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan Minang di Bengkulu itu menambahkan, IKM dan PKDP memiliki sejarah panjang yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya lahir dari filosofi yang sama: dimana bumi dipijak, disitu langik dijunjuang_.
Suara Bundo Kanduang: Jaga Persatuan di Rantau
Sementara itu, suara lembut namun tegas datang dari Bundo Kanduang. Ny. Murtiana Dedi Skb, dengan balutan Baju Bundo dan selendang songket khas Minang, menyampaikan pesan khusus untuk Bundo Kanduang DPW PKDP yang baru saja dilantik.
>“Selamat untuk Bundo Kanduang DPW PKDP Bengkulu yang baru dilantik. Semoga Bundo Kanduang tambah kompak, saling menjaga, saling mengingatkan, dan menjadi contoh dalam menjaga persatuan warga Minang di perantauan Bengkulu,” ucap Bundo Murtiana dengan senyum.
>“Peran Bundo Kanduang bukan hanya di dapur, tapi sebagai _Limpapeh Rumah Nan Gadang_. Bundo adalah penyeimbang, penasihat, dan penjaga nilai. Semoga setelah pelantikan ini, kita bisa menjalankan tugas bersama sesuai bidang masing-masing. Kalau ada yang susah, kita bantu bersama. Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang,” tegasnya.
Pesan Bundo Murtiana ini disambut tepuk tangan meriah para Bundo Kanduang lainnya yang hadir mengenakan pakaian adat lengkap.
Pelantikan DPW PKDP Bengkulu berlangsung sangat meriah. Dekorasi panggung kental dengan ornamen Rumah Gadang dan marawa Minang. Ratusan warga hadir dengan pakaian adat.
Acara ini turut dihadiri jajaran DPP PKDP, tokoh masyarakat Minang di Bengkulu, perwakilan IKM se-Provinsi Bengkulu, serta unsur pemerintah daerah. Kehadiran Ketua DPC IKM KP Melayu dan Bundo Kanduang menjadi bukti bahwa soliditas warga Minang di Bengkulu tetap terjaga di atas perbedaan asal nagari.
Ketua Panitia Pelantikan menyebutkan, kepengurusan baru DPW PKDP 2026-2031 diharapkan mampu membawa angin segar, terutama dalam memperkuat konsolidasi warga Piaman hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Tiga Filosofi Adat untuk Kepengurusan Baru
Dalam sambutannya, tokoh adat yang hadir menitipkan tiga filosofi adat Minangkabau sebagai pegangan kepengurusan baru:
1. Barek Samo Dipikua, Ringan Samo Dijinjiang
Ini adalah prinsip gotong royong yang sesungguhnya. Tidak ada program kerja yang bisa berjalan sendiri. Diharapkan seluruh pengurus, dari Ketua hingga seksi-seksi, dapat bekerja sama secara solid, transparan, dan saling menopang. Jika ada duka, dipikul bersama. Jika ada suka, dijinjing bersama.
2. Mambangkik Batang Tarandam
Filosofi ini bermakna menghidupkan kembali sesuatu yang lama terpendam. PKDP diharapkan tidak hanya menjadi organisasi arisan atau kumpul-kumpul, tetapi mampu menghidupkan kembali nilai-nilai luhur adat Minangkabau: _Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah_. Nilai itu harus diimplementasikan dalam aksi sosial nyata, baik untuk warga perantauan di Bengkulu maupun untuk kampung halaman di Piaman (ranah jo rantau).
3. Kaderisasi dan Inovasi (Parik Mudo)
Tantangan terbesar organisasi paguyuban saat ini adalah regenerasi. Pengurus baru ditantang untuk mampu merangkul generasi muda, anak-anak Minang yang lahir dan besar di Bengkulu (parik mudo), agar mereka tidak tercerabut dari akar budayanya. Diperlukan inovasi program yang kekinian, berbasis digital dan kewirausahaan, agar estafet kepemimpinan dan pelestarian budaya tidak terputus.
Harapan ke Depan: Responsif dan Jadi Jembatan Silaturahmi
Ke depan, DPW PKDP Bengkulu diharapkan mampu bertransformasi menjadi dua hal utama:
Pertama, Responsif dan Adaptif. Menjadi garda terdepan dalam membantu sesama warga yang membutuhkan bantuan sosial, ekonomi, maupun bantuan hukum di perantauan. Ketika ada warga Piaman yang sakit, tertimpa musibah, atau menghadapi persoalan, PKDP harus hadir paling awal.
Kedua, Jembatan Silaturahmi.Di tengah keberagaman Bengkulu, PKDP harus menjadi wadah pemersatu yang meruntuhkan sekat-sekat perbedaan. Mengutamakan musyawarah untuk mufakat, sesuai pepatah Minang: _Bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakat_.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, harapan besar disematkan agar marwah warga Minang di perantauan semakin terjaga, dan kontribusi nyata untuk pembangunan Provinsi Bengkulu semakin terasa.
Selamat bekerja untuk DPW PKDP Provinsi Bengkulu 2026-2031. Semoga amanah!
Penulis: Rina Juniati S.I.Kom –
Humas DPW PKDP

