Go to Italia! Ekspor Perdana Kopi Bengkulu 19,2 Ton Resmi Dilepas dari Kepahiang

Bengkulu Malboronew.com – Sejarah baru ditorehkan Provinsi Bengkulu. Untuk pertama kalinya Ekspor Perdana Kopi Bengkulu sebanyak 19,2 ton resmi diberangkatkan ke Italia dari halaman Kantor Bupati Kepahiang, Senen 7 September 2026.

Pelepasan dilakukan oleh Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu Ir. Mian.
Bupati Kepahiang, Bapak H. Zurdi Nata, S.IP, M.AP, bersama Direktur Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Bapak Wahyu Yuwana Hidayat.

Tujuan ekspor ke Italia menjadi bukti bahwa kualitas kopi robusta dan arabica Bengkulu sudah diakui pasar Eropa. Italia sendiri dikenal sebagai kiblat budaya kopi espresso dunia.

Bupati Kepahiang, Bapak H. Zurdi Nata, S.IP, M.AP menyebut ini bukti kolaborasi 3 kabupaten kopi: Kepahiang, Rejang Lebong, dan Lebong.

“Saya terima kasih yang luar biasa. Kolaborasi antara pemerintah Kabupaten Lebong, Rejang Lebong dan Kepahiang dengan Bank Indonesia menjadi bagian dari acara yang amat strategis ini,” ujar Bupati.

“Pelepasan ekspor perdana ini menjadi bukti nyata bahwa komoditas unggulan daerah kita memiliki kualitas, potensi dan nilai strategis. Jadi ini sudah menepis bahasa yang menyatakan Bengkulu punya kopi, Lampung punya nama,” tegas Bupati Zurdi Nata.

Bupati menekankan keberlanjutan. “Terobosan ini harus kita buat secara berkesinambungan dari hulu sampai hilir. Sustainable. Jangan sampai nanti ini telah di-declare tapi produksi kita menurun.”

Bupati juga membeberkan 2 strategi: Intensifikasi* untuk naikkan tonase per hektar dan Hutan Sosial sebagai solusi ekstensifikasi dan penataan perambah hutan.

“INI CATATAN SEJARAH” – DIRUT BI

Bapak Wahyu Yuwana Hidayat, Direktur BI Bengkulu menegaskan pentingnya legalitas asal.

“Ekspor kopi sering kali dilakukan bahkan mungkin setiap hari. Tapi ekspor yang tercatat berasal dari Bengkulu dengan sertifikat of origin-nya berasal dari Bengkulu, ini baru dilakukan hari ini. Ini menjadi catatan sejarah,” tegas Dirut BI.

“Kalau kita lihat data BPS, Bengkulu itu di nomor 5. Walaupun secara fakta sudah tiga besar. Yang pertama batu bara, kedua karet. Mudah-mudahan mulai hari ini komoditas ekspor kita yang menyejukkan: Kopi,” tambahnya.

Dirut BI mengapresiasi PT Alko Sumatera Kopi sebagai agregator dan semua UMKM yang menjaga kualitas “petik merah” dari hulu sampai hilir.

Penulis : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *