Terbengkalai Bertahun-tahun dan Nyaris Jadi Tempat Mabuk, Kasi Sapras Sulap Lapangan Tenis Sawah Lebar Jadi Ruang Olahraga dan UMKM

Bengkulu Malboronews.com  – Akurat dan Berimbang –Pemandangan memprihatinkan terlihat di kawasan belakang Stadion Sawah Lebar, Kota Bengkulu. Sarana dan prasarana (Sapras) lapangan tenis yang bertahun-tahun terbengkalai, dengan kondisi atap tribune jebol, dinding retak, pagar miring, dan lapangan ditumbuhi rumput liar setinggi lutut, kini mulai dibersihkan dan diaktifkan kembali.

Langkah nyata tersebut dipimpin langsung oleh Kasi Sapras Dispora Provinsi Bengkulu, Deti Mahdalena, S.I.Kom, bersama tim pada Jumat (19/9/2026).

Pantauan Aktualclick.com di lapangan, area yang selama ini gelap dan tidak terurus itu perlahan mulai dibersihkan. Beberapa titik bahkan sudah terlihat anak-anak bermain sepeda dan motor terparkir sembarangan, tanda bahwa aset negara tersebut kehilangan fungsi pengawasan.

Menurut Deti, pembersihan ini menjadi langkah awal yang sangat penting agar aset olahraga milik pemerintah tidak terus dibiarkan dan disalahgunakan.

“Kita bersihkan dulu, supaya tidak digunakan untuk hal-hal negatif. Informasi dari warga sekitar, lokasi ini sering dipakai anak-anak nongkrong sampai mabuk. Sayang sekali kalau aset olahraga dibiarkan begitu saja,” ujar Deti Mahdalena, S.I.Kom saat ditemui di lapangan.

Tak hanya sekadar membersihkan, Deti juga memiliki konsep pemberdayaan yang sejalan dengan visi pemerintah daerah. Di sekitar area lapangan tenis tersebut, pihaknya memfasilitasi para pelaku *UMKM pengrajin batu akik* di bawah binaan *Dekranasda Provinsi Bengkulu* untuk dapat berjualan.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program unggulan Gubernur Bengkulu, *”Bantu Rakyat”*, dengan memberikan ruang dan harapan baru bagi pedagang kaki lima dan pengrajin lokal.

“Selain menjadi sarana olahraga, kita juga ingin lokasi ini menjadi pusat ekonomi kerakyatan. UMKM batu akik kita fasilitasi, mereka bisa berjualan di sini. Ini bagian dari program Pak Gubernur Bantu Rakyat, memberdayakan pedagang kecil,” jelasnya.

Deti menegaskan, upaya yang dilakukannya merupakan bentuk tanggung jawab moral atas jabatan yang telah diamanahkan kepadanya.

“Ini bentuk tanggung jawab atas jabatan yang telah diamanahkan. Dan tak terlepas dari dukungan Kadis Pora Provinsi Bengkulu. Kita ingin kerja nyata yang berdampak langsung pada masyarakat, bukan hanya di atas kertas,” tegas Deti.

Ia pun berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, berupa alokasi anggaran yang diprioritaskan untuk merehabilitasi total bangunan dan lapangan yang kerusakannya sudah tergolong berat.

“Harapan kami, ada alokasi anggaran prioritas untuk merehab sarana ini. Kondisinya sudah rusak berat, atap jebol, lantai lapangan retak. Kalau direhab, ini bisa jadi ikon baru olahraga dan UMKM di kawasan Stadion Sawah Lebar,” pungkasnya.

Dengan diaktifkannya kembali lapangan tersebut, masyarakat berharap kawasan belakang Stadion Sawah Lebar tidak lagi menjadi kawasan mati dan rawan, melainkan menjadi ruang publik yang hidup, aman, dan produktif.

Penulis: Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *